Pindah Ibu Kota


Setiap memperkenalkan diri saya selalu bilang saya adalah orang Kalimantan, kalau ditanya Kalimantannya mana saya jawab Kalimantan Barat, Pontianak. Kendatipun saya lahir di Jawa tapi saya lebih pede bilang saya orang Kalimantan. Dan respon orang akhir - akhir ini selalu sama. "Wah jadi orang Ibukota sekarang".

Padahal pulau Kalimantan itu luas dan Kota Pontianak jauh sekali dari Daerah Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara yang akan menjadi Ibu Kota baru. Tempatnya berada di Kalimantan Timur. Ujung ke ujung. Tapi banyak orang yang beranggapan, orang Kalimantan manapun pasti merujuk Ibu Kota baru. Entah kenapa memang orang  kita sebatas tahu permukaanya saja tentang geografi di Indonesia.

Tapi yasudah bagi saya bukan suatu masalah yang gimana - gimana. Saya cukup senang dengan kabar pemindahan Ibu Kota di Kalimantan. Karena mengurangi kesan Jawa sentris dan memberi daerah lain kesempatan untuk berkembang. Karena sekarang ya apa - apa patokannya Jawa. Sandang, pangan beberapa daerah lain butuh kiriman dari Jawa untuk memenuhi kebutuhan daerahnya sendiri.

Dibalik sikap positif saya terhadap hajat pemindahan Ibu Kota, ada hal yang menggangu bagi saya terkait proyek pembangunan. Pemindahan Ibu Kota Baru tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Dilansir dari detik pindah Ibu Kota perlu biaya 466 Triliyun dan hanya 19 % dari APBN. Dengan biaya sebanyak itu tentu Pemerintah akan berkerjasama dengan pihak tertentu dalam menjalankan hajat tersebut. Proyek super megah seperti ini siapa yang tidak tergoda bagi oknum - oknum untuk mengeruk keuntungan. Hal yang mengganggu dan menjadi ketakutan saya adalah setelah kemarin ada upaya 'pelemahan' KPK mungkin saja terkait hal ini, kasarnya ini ada proyek super gede sana KPK jauh - jauh jangan ganggu.

Oleh karena itu mari kita pantau bersama jalannya pembangunan Ibu Kota Baru. Semoga ketakutan saya tidak terjadi. Semoga pembangunan berjalan dengan lancar dan jangan sampai kejadian penyalahgunaan wewenang dalam proyek pembangunan di Ibu Kota baru.



#HariKetigapuluhTiga

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makan Nasi

Makan Makan

Nasi Goreng