Adiksi Thai Tea
Beberapa waktu lalu saya sempat kalap. Tiada hari tanpa konsumsi Thai Tea. Rasa Green Tea jadi pilihan. Entah kenapa hasrat untuk minum Thai Tea tidak pernah surut. Rasa dahaga selalu mengirimkan sinyal ke otak untuk meminta minuman Thai Tea.
Rasa manis yang ditawarkan oleh Thai Tea rasa Green Tea itu luber di mulut dan meletup - letup di otak. Setiap sruputannya melepas dahaga dan memberi rasa bahagia. Terlalu berlebihan memang tapi saat itu demikian adanya. Saya seperti kecanduan Thai Tea.
Untungnya perilaku tersebut hanya berlangsung 1 minggu saja. Kalau satu bulan bisa - bisa diabetes jadinya. Saya jadi kepikiran bikin penelitian tentang berapa kadar gula pada penikmat minuman manis dalam hal ini Thai Tea.
Saya berhenti karena saya sudah merasa kebanyakan minum Thai Tea dengan rasa Green Tea. Soalnya ternyata berefek ke tubuh saya. Sampai - sampai air seni saya berwarna hijau seperti Green Tea. Agak susah awal - awal berhenti tapi akhirnya biasa.
Sekarang ketika minum Thai Tea kembali, rasanya tidak sama seperti dulu. Rasa manis yang begitu pekat dan porsi di gelas besar. bikin saya enek sendiri. Tapi udah tau gitu ya saya tetap beli kalau lagi pengen.
Budaya minuman manis ini tren yang tidak berkesudahan. Redup satu muncul lagi yang baru. Begitu terus sampai sekarang. Dari Pop Ice, Es Capucino Cincau, Es Kepal Milo, Thai Tea, Es Kopi Susu, dan sekarang Boba Milk Tea. Entah kedepannya ada minuman apalagi.
#HariKeempatPuluhTiga

Komentar
Posting Komentar
komentari bila sempat