Kostum Lari
Dari polosan sampai yang warna warni. Seragam dari atas kebawah sampai belang - belang. Dari tertutup agar terhindar dari sengatan matahari, sampai terbuka cenderung minim agar gerak lebih leluasa. Banyak macam banyak pilihan tergantung selera itulah kostum lari. Sayapun pernah mencoba beberapa diantaranya.
Awal - awal mulai lari, pakaian sewajarnya celana kolor pendek atau celana bola sama kaos apa aja. Cus lari. Begitu berhari - hari di tahun pertama. Lari mah lari aja gak usah mikir kostum yang ribet.
Tapi itu beberapa bulan pertama. Setelah gabung komunitas dan follow akun - akun lelarian. Saya jadi melihat berbagai orang dengan berbagai gaya dalam menekuni hobi lari ini. Kesannya terlihat sporty dan healthy gitu.
Jadinya saya ikutlah pesen baju komunitas lari. Biar ada label bahwa iniloh saya anaknya running banget. Terus beli celana running yang ada belahannya. Dulu si masih pede makenya sekarang udah ragu - ragu.
Sempet juga saya beli legging. Tapi kalau di dunia lelarian mereka nyebutnya compression. Yang paling wah merk 2XU produk luar, saya beli yang merk lokal atlan. Katanya compression bisa ngebantu untuk proses recovery sehabis lari. Menurut saya gak berpengaruh signifikan, sama saja.
Dulu pas make pede aja. Sampai suatu ketika pas lari pake legging polosan gak pake celana terus di samperin om - om. Dia sok asik ngedeket sambil nanya legingnya beli dimana. Mungkin terdengar biasa, tapi saat itu saya merasa gak nyaman. Lalu pernah di godain ibu - ibu dengan rombongannya. Salah satu teriak leggingnya bagus sambil ngikik sama temennya, terus ngeloyor pergi dengan motornya.
Sekarang legingnya pun jarang saya kenakan. Lebih sering pakai celana selutut, baju jersey lari yang itu - itu saja. Mau beli lagi takut kepenuhan lemari. Isinya jersey lari semua. Padahal tiap tahun, komunitas pasti rilis jersey dengan model terbaru. Bahkan ada masanya setahun 2 kali. Kebanyakan anggota cukup antusias soal perkara memesan jersey komunitas. Saya kudu pikir - pikir dulu sebelum beli.
Dan sekarang desain jersey tahun depan sudah rilis, jadi beli gak ya?
#HariKeempatPuluhDua

Komentar
Posting Komentar
komentari bila sempat