Bahaya Love For Sale 2


Sepandai - pandianya menutup hati akhirnya ketemu arini juga.

Seperti ibu pada umumnya, Ros memiliki harapan untuk melihat ketiga anaknya hidup layak dan bahagia. Namun, anak-anaknya kerap menentukan pilihan hidup yang bertentangan dengan kemauan Ros. Anandoyo "Ndoy" Tauhid Sikumbang, anak sulung kesayangan Ros, salah memilih istri. Sedangkan anak bungsu Ros, Yunus "Buncun" Tauhid Sikumbang, terjebak pergaulan bebas hingga harus menikah muda. Harapan Ros bertaruh pada anak tengah keluarga Sikumbang, Indra "Ican" Tauhid Sikumbang. Sayangnya, menikah bukanlah prioritas Ican. Tertekan akan desakan ibunya, Ican memutuskan untuk memesan calon menantu palsu lewat aplikasi Love Inc. Demi menyenangkan hati Ros, apakah rencana Ican berhasil? Akankah Rosmaida mencapai harapan sejatinya?

Itu adalah sinopsis dari film Love For Sale 2 yang sedang tayang - tayangnya di bioskop tepat di hari Hallowen tanggal 31 November. Film ini adalah lanjutan dari kisah Arini (Dela Dartyan) dalam menjalani pekerjaanya sebagai wanita dalam aplikasi jodoh Love.inc. Di film pertama Arini berpasangan dengan Richard (Gading Marten), dan sekarang dengan Indra 'Ican' (Adipati Dolken) dari keluarga yang padang banget.

Sebelumnya saya tidak menyangka Love for Sale akan ada sequelnya. Karena di film pertama rasanya sudah cukup pas dengan ending yang seperti itu. Itu yang ngebuat film pertama enak buat diomongin. Walau efek setelah nontonnya kayak ditinggal pas lagi sayang - sayangnya.

Terus tiba -tiba muncul film kedua yang awalnya gak kebayang ceritanya mau dibawa kemana. Dan setelah nonton, Film kedua lebih berbahaya daripada yang pertama. Karena di yang pertama hanya melibatkan sosok Richard seorang dalam hubungan Arini, ini satu keluarga di film kedua.  

Ada perasaan campur aduk habis nonton. Tagline "The Most Horror Love Story" ternyata bukan sekedar gimmick belaka.

Dibalik kehorrorannya saya senang detil - detil di film ini. Setting lokasi yang lebih membumi di rumah gang - gang sempit, tempat makan pinggir jalan, ramai trotoar jalanan jakarta. Sangat akrab bagi sobat jaktim dan sekitarnya. Karena set lokasi film di daerah tersebut.

Dialog yang dekat tanpa harus dibuat - buat serta tokoh dan konflik yang kuat membuat film ini lengkap. Sayang bila melewatkan film ini tayang di bioskop.

Film ini ratingnya D 17+ jadi lebih 'aman' dibanding yang pertama. Karena yang pertama rating D 21+. Jadi dulu pas nonton film pertama pas mau masuk studio ditanyain ktp buat mastiin umur sama mbak - mbak bioskopnya. Tapi saya langsung nyelonong sambil nyengir. Padahal usia saya udah cukup saat itu.

Sekarang filmnya udah gak tayang. Semoga nanti bisa tayang di platform streaming kesayangan anda.
#AriniOrangBaik


#HariKeduapuluhTiga

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makan Nasi

Makan Makan

Nasi Goreng