100 untuk Saya


Yeay akhirnya sampai juga ditulisan ke-seratus dari tantangan 100 hari menulis yang saya ikuti. Selamat untuk diri saya sendiri karena sudah berhasil melewati ini semua. Aneh juga ya nyelametin diri sendiri. Ya daripada gak ada yang nyelametin. Kasian, nulis sendiri, baca sendiri dan nyelametin sendiri, sungguh - sungguh sangat mandiri.

Dari menulis 100 hari ini saya bersyukur banyak belajar berbagai hal. Pertama yang jelas menulis, terus konsistensi. Gak kebayang saya bisa sekonsisten ini nulis sampai 100 hal. Banyaknya topik remeh temeh tapi ada beberapa dari keresahan dan juga cerita personal saya.

Saya juga jadi nyoba sesuatu hal yang baru. Seperti mencoba jadi vegan, terus jadi punya bahan tulisan tentang itu. Terus nyoba beberapa minggu tanpa ber-twitter ria. Hal ini sebenarnya udah kejadian tapi belum sempat dituangkan ke media tulisan.

Intinya setelah melakukan hal - hal tersebut jadi merubah perspektif saya akan ke suatu hal. Memandangnya tidak sama seperti dulu, seperti ada sebuah vaue yang saya dapat setelah menjalani itu semua. Seperti 100 hari menulis ini saya juga mendapat 'sesuatu'.

Dari seratus tulisan yang saya buat ada beberapa keinginan yang belum kejadian. Seperti tulisan - tulisan perayaan kecil di hari ke lima puluh, pengen bikin dengan judul setengah jalan tapi gak kejadian karena waktu itu ngebahas tentang peryoutuban duniawi.

Terus pengen bikin tulisan full bahasa Inggris. Biar sekalian latihan, dan ngelihat kemampuan nulis bahasa inggris saya sampai sejauh mana. Gak kejadian karena mungkin saya males aja dan mikir ribet, karena pasti banyak buka google translate. Padahal gampangya bisa bikin tulisan bahasa Indonesia terus copas ke google translate. Tapi cara yang kayak gini malah enggak bisa saya nikmati. Someday aja lah I will write something full in english.

Saya belum seratus persen mengutarakan apa yang saya pikirkan di tulisan dengan blak - blakan dan seada - adanya. Masih banyak tulisan yang saya buat sehalus mungkin pemilihan kata - katanya. Entah ini sebenarnya baik atau enggak. Tapi karena hal ini ada beberapa tulisan yang masih masuk draft.

Setelah 100 hari udah dapet flow-nya nulis gimana enaknya. Gak mesti tulisan yang panjang, asal saya menikmati prosesnya itu sudah cukup, kalau nambah wawasan karena saya jadi mencari tahu lebih banyak tentang suatu yang saya bahas itu bonus. Kayak tulisan Bucin Micin jadi semakin yakin dengan argumen saya berkat info-info yang mendukung tulisannya.

Dari seratus tulisan ini sebenarnya kelihatan berapa yang lihat gak tahu juga itu dibaca atau keklik aja. Dan paling banyak itu waktu saya bahas podcast - podcastan. Gak banyak banget, cuman dibanding lain ini muncul di beranda populer blog saya. Judulnya Perpodcastan Duniawi.

Kayaknya cukup ya tulisan ke-100 saya ini. Mau rehat sejenak setelah berjibaku dengan tantangan ini. Tiap hari mikirnya 'mau nulis apa' mulu. Cari - cari ide sampai keblinger sendiri. Tapi habis rehat coba tantangan apalagi ya yang seru?


#HariKeSeratus

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makan Nasi

Makan Makan

Nasi Goreng