Namae wa

Terlahir dengan nama yang terdiri 3 kata membuat saya mendapat bermacam - macam nama panggilan. Roby Fauzan Samsulaga yang menurut orang tua saya Roby berarti satu, Fauzan itu kemenangan, terus Samsulaga sendiri adalah singkatan dari Sambas Sulung dan Lamongan, nama daerah kedua orang tua saya berasal. Samsulaga sendiri lebih cocok jadi marga atau nama keluarga, rencana saya si gitu kedepannya.

Saya cukup senang dan bangga dengan nama saya sendiri, terdengar catchy dan cocok dengan rupa dan perawakan saya. Terdengar narsis ya.

Punya nama terdiri dari tiga kata membuat saya mendapat bermacam - macam nama panggilan. Dari kata pertam Roby. Teman - teman saya standar si panggil, Rob atau Bi. Tapi tetangga samping rumah saya syka manggi Robet karebet, mungkin karena dia orang sunda yang dulu punya teman dengan nama Obet, jadi manggil saya kayak gitu.

Kalau teman Ayah saya dan bapak - bapak umuran seangkatannya, biasa panggil saya dengan Roby Sugara atau Roby tumewu, artis top pada zamannya .

Zaman sekolah standar si panggilannya, seringnya manggil nama Roby. Tapi dulu zaman SMK saya punya nama julukkan Marjiwo. Karena pas ospek ketika saya dipanggil Marjiwo saya menyaut dengan melakukan yel - yel ikonik. "Marjiwo..." panggil senior saya. Terus saya jawab "Mar.. Ji.. Woo.. Yes, yes.. Yes, yes.. Woke~" 

Teman - teman kuliah saya sering panggil Mas Rob atau Bang Sam diambil dari nama belakang saya Samsulaga. Terus Dosen lebih mengenal saya dengan nama Fauzan. Nama Fauzan ini berevolusi jadi Ojan, dan di tempat kerja saya dipanggil seperti itu.

Nama Fauzan sendiri sering saya gunakkan untuk memperkenalkan nama saya ke orang asing yang sekiranya tidak akan bertemu lagi di kemudian hari. Contoh ada orang yang meminta nama saya untuk pesanan sesuatu ketika saya beli barang, saya selalu memberi nama Fauzan untuk dituliskan di pesanan saya.

Dulu saat saya suka - sukanya dengan musik, folk indie senja. Nama - nama dengan kata bahasa baku terdengar keren. Misal nama Ambang Senja, Embun Pagi, Larut Malam dan lain - lain. Kesannya orang tua yang kasih nama itu puitis dan berbahasa yang baik. Tapi makin kesini kalau punya nama kayak gitu bisa dicengin juga si.

Nama sebagus apapun pasti punya ejekan masing. Misal saya karena biasa dipanggil Bi.. bi, kadang diplesetin jadi "Bi".. terus saya noleh, kemudian malah dipanggil "Babi". Ya semacam itulah kalau ada orang yang mengejek saya. Dulu mungkin diambil hati, sekarang ya biasa aja. Mungkin kedepannya kalau memberi nama anak faktor nama yang jadi bahan cengan ini perlu diperhatikan. Agar dia gak terlalu terbebani dengan namanya sendiri.

Ya apapun panggilan namanya selama tidak ada niat mengejek dan tedensi untuk bullying, dan saya masih nyaut kalau dipanggil tidak apa - apa. Saya fine - fine saja dengan nama panggilan itu semua.


#HariKeSembilanPuluhDua

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makan Nasi

Makan Makan

Nasi Goreng