Pizza Enak
Makanan khas negara Italia. Dulu waktu kecil ngeliatnya kayak yang makanan mewah berkat tontonan televisi. Sekarang sudah banyak yang jual dari franchise besar Pizza Hut, Domino's, Papa Johns, sampai buatan rumah dan dijual di ruko - ruko.
Sebenarnya rasa pizza kurang masuk di saya, better martabak to be honest. Tapi kalau ada, ya tetap saya makan. Mungkin karena pizza - pizza yang di jual itu sudah banyak di modifikasi jadi rasanya sudah tidak seperti aslinya. Seperti topping daging, sosis dan peperoni tidak dikenal pizza asli Italia, padahal di kita toping tersebut lazim ditambahkan di pizza yang umum dijual.
Di negara asalnya, pizza itu punya kulit tipis yang renyah dan menggembung ketika di panggang. Topingnya juga sederhana sehingga menonjol rasa lainnya. Toping tersebut diantaranya adalah tomat, keju, minyak zaitun, oregano dan basil.
Pas kecil mendambakan makan pizza karena kartun - kartun yang di tonton meperlihatkan kalau pizza adalah makanan yang enak. Ditambah iklan - iklan di TV yang menggugah selera.
Waktu itu di Pontianak sekitar tahun 2000an baru buka gerai Pizza Hut pertama. Tahu hal itu, saya pun merengek untuk diajak pergi kesana. Sesampainya di sana ternyata orang - orang sudah ngantri, antriannya pun panjang. Ya namanya baru buka, orang - orang pada penasaran.
Singkat cerita kebelilah 2 porsi pizza, topping jamur dan sosis dengan pingiran mozarela. Pas saya makan ternyata gak seenak yang saya bayangkan. Rasanya kayak bertabrakan aja gitu, di tambah teksturnya yang keras bikin effort pas ngunyahnya. Dari situ saya jadi biasa aja sama pizza.
Di masa sekarang, ceritapun berulang dan ternyata adik saya yang kecil kepengen banget makan pizza, karena dia belum pernah. Tiap telponan ngajaknya ke pizza terus. Akhirnya pas saya pulang saya ajaklah ke Pizza Hut terdekat. Dia excited-nya bukan main, senang pas diajak kesana. Di jalan nyanyi - nyanyi sampai ditempatnya langsung lari sana - lari sini, ya namanya juga anak kecil.
Saking jarangnya sa ke Pizza Hut saya baru sadar sekarang tempatnya lumayan bagus, nyaman dan family friendly lah. Soalnya terakhir saya ke gerai Pizza Hut biasa aja sama kayak McD atau KFC. Mungkin Pizza Hut yang ini khusus untuk restoran gitu kali ya.
Balik ke cerita saya dan adik saya. Akhirnya kebeli 2 porsi pizza, waktu itu belinya berdasarkan rekomendasi mbak - mbak Pizza Hutnya. Sampai di rumah, adik saya yang sudah tidak sabar langsung buru - buru buka kotak dan ambil sepotong pizza lalu di makannya. Saya lalu memperhatikan ekspresi mukanya yang kelihatan bingung tapi berusaha tetap senang karena sudah dibeliin pizza.
Mungkin yang dirasakan sama seperti saat saya kecil, pizza tidak seenak yang dibayangkan. Saya tanya adik saya "Gimana enak gak? dia jawab "Hmmm enak banget", terus saya tanya lagi "Mau beli lagi gak?", dia jawab "Enggak, beli yang lain aja mas". Mendengar jawabannya sayapun tertawa. Dan adik saya cuman makan sepotong pizza itu juga gak habis, sisanya saya yang habiskan bersama ayah dan adik saya yang besar.
Terus akhirnya saya juga suka bercandain ke dia dengan tagline-nya Pizza Hut...
"Ayo kita... ke Pizza HUT..~"
#HariKeDelapanPuluhDua

Komentar
Posting Komentar
komentari bila sempat