Datang Bila di Undang
Hal ini seperti suatu keharusan bagi saya, ketika di undang datang. Mungkin karena saya yang emang gak ada kerjaan makanya bisa datang. Hidup diperantauan membuat saya jauh dari keluarga. Sebagai ganti interaksi dengan keluarga, datang ke suatu undangan seperti lebih dekat saja dengan suasan kekeluargaan, menyambung tali silaturahim ke teman atau kenalan.
Undangan disini gak mesti acara resepsi pernikahan, bisa jadi acara syukuran, atau yasinan. Kalau di undang saya berusaha untuk datang, tapi kalau ngasih taunya dadakan 1 jam sebelum acara ya kadang susah juga.
Saya mencoba memposisikan diri sebagai pengundang, pasti sangat senang ketika yang diundang datang. Kalau tidak datang pasti kadang terpikir siapa - siapa saja yang tidak hadir. Walau gak dibawa hati tapi tetap saja kepikiran walau sebentar.
Tentu ada alasan orang mengundang kita. Entah itu karena hubungan persahabatan, atas dasar kenal atau karena gak enakkan. Yang terakhir mending gak usah ngundang si kalau gak enakkan. Karena ya gak enakkan itu sama aja kayak terpaksa.
Saran untuk ngundang orang itu coba lihat 6 bulan sampai setahun ke belakang siapa saja teman atau kenalan yang berinteraksi dengan kita, sehingga diharapkan pas di acara kita juga bisa ngobrol banyak tanpa harus canggung karena sudah lama tidak ketemu. Terus warga sekitar jangan lupa, tetangga - tetangga dan sesepuh di undang.
Bahasan kali ini lumayan random juga.
#HariKeDelapanPuluhEnam

Komentar
Posting Komentar
komentari bila sempat