Berani Gak


"Ssst... sst... berani ga~"

Adalah magic word salah satu teman kostan saya bila hendak menantang bermain PES. PES ata Pro Evolution Soccer adalah salah satu gim sepakbola yang populer pas saya kuliah. Gim ini seperti aplikasi wajib install di laptop cowok. Tidak lupa stik lima puluh ribuan yang dibeli patungan dan ditinggal di kampus atau titip di kostan teman.

Gim sepakbola sehenarnya tidak hanya PES ada satu lagi FIFA. FIFA sendiri punya lisensi klub yang lebih lengkap jadi tidak perlu instal patch kayak di PES. Tapi sayangnya FIFA tidak ramah dengan laptop spek rendah, jadinya jarang orang install.

Bagian install begini biasanya saya yang disuruh. Karena saya punya filenya di hardisk. Dari teman seangkatan, senior, jurusan lain sampai asisten dosen nyariin saya buat install PES ini.

Dulu bener deh tiada hari tanpa main PES. Dari kelas sampai kostan banyak yang ngajakin. Kadang pake 'isi'an juga biar lebih kompetitif. Mereka berkilah kalau dibilang judi. Lebih senang nyebutnya uang pendaftaran, tapi yang menang dapat semua uangnya. Ya sama aja.

Momen kumpul seperti kurang lengkap tanpa main PES. Gim hape belum sekompetitif sekarang ada PUBG dan Mobile Legend, makanya PES digandrungi waktu itu.

Saya kalau main lebih senang menggunakan tim - tim semenjana. Kalau kalah bisa dimaklumi dan kalau menang bisa jumawa karena kualitas tim yang biasa saja.

Pas main serunya kalau pada ngoceh - ngoceh. Kalah selalu ada alasan entah itu karenan stik gak enak, pemain yang performanya menurun atau gara - gara ngelag. Menang berasa paling jago, bisa ngecengin yang kalah.

Yang bikin gak bisa udahan itu kata - kata "yuk segame lagi".




#HariKeSembilanPuluhEnam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makan Nasi

Makan Makan

Nasi Goreng