Naik Gunung


Setelah film 5cm keluar di bioskop dan booming, seketika orang langsung berbondong - bondong naik gunung. Ingin mendapat momen epik naik gunung seperti adegan film. Tapi banyaknya orang ke gunung ini tidak diimbangi pengetahuan yang cukup apa - apa saja yang perlu dipersiapkan dan diperhatikan. Jadi sering kita dapati berita tentang orang yang tersesat digunung, atau yang parah banyaknya sampah yang dibuang sembarangan, miris memang.

Saya sebenarnya ada keinginan juga untuk naik gunung. Beberapa kali teman saya mengajak untuk nanjak, tapi saya seperti mau gak mau. Karena tidak punya peralatan dan perlengkapan yang memadai. Terus mau beli juga lumayan apalagi saat itu masih anak kuliahan dan kostan. Jadinya saya tolak ajakan teman saya.

Tapi kalau diajak ke pantai atau nge camp di pulau saya ayok. Walau perlengakapan yang dibutuhkan sama tapi setidaknya kalau yang ini masih bisa saya sanggupi. Soalnya ke pantai atau ke pulau tidak perlu bawa cariel yang berat terus jalan menanjak yang menguras tenaga. Kalau ke pantai kesannya lebih santai.

Sampai sekarangpun saya belum pernah yang namanya naik - naik gunung gitu. Mentok - mentok bukit palingan, atau ke curug di bogor, ya treknya sama - sama nanjak cuman lebih dekat. Pengennya kalaupun ada kesempatan ke Bromo saya ingin ke sananya dengan lari. Ya ikut trail run nya Bromo Tengger Semeru. Salah satu bucket list saya yang belum kejadian.

Lain dengan adik saya yang sangat hobi sekali nanjak. Hampir disetiap kesempatan liburan dia dan teman - temannya camping di bukit karena Kalimantan sendiri tidak ada gunung setinggi di pulau Jawa, tapi bukit - bukit disana lumayan bagus juga pemandangannya. 

Walau begitu keinginan adik saya untuk mendaki gunung lebih besar semangatnya daripada saya. Kemarin adik saya dan beberapa temannya foto dengan spanduk bertuliskan #2021NaikSemeru. Semoga saja keinginnanya itu dapat terwujud.

Mountain is calling 🌄...


#HariKeSembilanPuluhDelapan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makan Nasi

Makan Makan

Nasi Goreng