Botaku Botakmu
Kalau perempuan insecure dengan berat badan, laki - laki dengan kebotakan. Rontoknya rambut di kepala seakan menjadi momok bagi para lelaki. Tapi mungkin ini gak berlaku bagi orang yang sudah tidak berambut dari sananya, atau potongan rambut yang selalu plontos.
Saya sendiri antara yang kepikiran dan tidak tentang kebotakan ini. Satu sisi takut, sisi lainnya saya sudah bersiap diri bila itu terjadi. Karena kalau dirunut dari keluarga saya, apalagi dari Ayah, hampir semua pria yang ada di keluarga Ayah saya mengalami kebotakan, mau itu kaka, adik, sepupu sampai yang ipar juga ikutan.
Dan saya seperti pasrah saja. Kalau sudah waktunya biarkan itu terjadi. Saya gak akan maksa buat pake wig, pake topi mungkin masih akan saya coba. Tapi seperti yang pernah saya ceritakan saya sendiri termasuk orang yang gak cocok mengenakan topi. Sebutkan semua jenis topi, niscaya bila saya yang menggunakan tampak aneh.
Pake topi aja aneh, gimana kalau gak pake rambut, tambah aneh pasti. Saya bukannya gak pernah cukur botak, bahkan saya pernah plontos. Itu waktu masuk SMK. Ospeknya mewajibkan siswa baru untuk cukur plontos. Demikian penampakkannya..
Saya sebenernya malah pengen punya rambut dengan cukuran plontos. Selain irit shampo dan minyak rambut, lebih simpel aja gak harus mikir nata rambut kayak gimana lagi. Tapi saya mawas diri, karena model cukuran seperti itu tidak terlalu cocok dengan bentuk kepala saya.
Sekarang saya nyaman dengan rambut saya yang sekarang, walau pas ngaca kadang terbayang gimana ntar kalau botak. Moga - moga aja kebotakan yang akan datang tidak seperti yang saya bayangkan. Siapa tau nanti saya malah terlihat seperti Jason Statham atau Dwayne Johnson. *Ngarep
#HariKeSembilanPuluh

Komentar
Posting Komentar
komentari bila sempat