Kongian itu Imlek
Tahun baru Imlek adalah perayaan terpenting orang Tionghoa. Saya sendiri waktu kecil tinggal di Pontianak. Dan di kota saya ketika Imlek semaraknya luar biasa. Begitu berasa momen perayaannya. Tidak hanya ornamen atau pernak - pernik Imlek yang terpasang. Tapi banyak acara juga ketika perayaan. Seperti pawai Barongsai dan Naga di jalanan protokol atau pesta kembang api malamnya.
Memang kota Pontianak lumayan banyak warga Chinese-nya tapi lebih banyak lagi di kota Singkawang. Mungkin kalau di Singkawang perayaannya bisa lebih besar lagi. Karena disana di kotanya identik dengan warga Chinese.
Tidak hanya warga Chinese yang merayakan imlek, warga yang lain juga turut memeriahkan. Dengan mengikuti lomba barongsai atau pawai naga. Di kantor Ayah saya biasanya memberi perwakilan untuk ikut lomba. Dan lumayan cukup berprestasi. Pernah beberapa kali dapet juara di lomba - lomba tersebut.
Saya dan teman teman komplek kadang suka ikut nonton pertunjukkan Barongsai atau Naga. Kami kadang berebut ngambil benang atau jenggot sang barongsai atau naga. Untuk keren - kerenan aja dibikin gelang atau kalung dengan menambahkan koin.
Kami juga sampai ikutan mempraktekan gaya Barongsai saat beraksi ketika main. Dengan tabuhan gendang yang kami pun sampai hapal ketukannya. Jadi ada yang tukang tabuh drum (meja), terus ada yang berlagak menjadi Barongsai dua orang. Satu jadi kepala dan satu lagi jadi ekor.
Dulu juga sering dapet kue keranjang dari kenalan Ayah saya di pasar. Mungkin karena sering belanja disitu dan jadi langganan. Jadi kebagian dapet kue keranjang, kadang juga jeruk mandarin. Kami juga main - main ke tempat kenalan Ayah saya tersebut untuk bertamu.
Sekarang saya di Pangkalpinang, dan baru tahu kalau disini perayaan Imlek dibilangnya Kongian. Jadi teman - teman lari saya ada yang Chinese, dan saya jadi di undang untuk Kongian di rumahnya. Dulu bertanya - tanya apa itu Kongian. Setelah dijelaskan teman saya ternyata itu sebutan lain dari Imlek oleh warga Chinese di Bangka.
Sempat ikut acara nerbangin lampion di pinggir pantai. Sangat berkesan karena warga yang lain juga turut berpartisipasi. Ramai sekali saat itu di pantai malam hari. Saya dan teman saya jualan lampion, dan uangnya di sumbangkan untuk warga yang terkena banjir di daerahnya.
Acara puncak ketika malam adalah pesta kembang api.
#HariKeTujuhPuluhSatu



Komentar
Posting Komentar
komentari bila sempat