Berkomedi Tunggal


Saya sangat senang menonton Stand Up Comedy. Dari awal - awal booming 2012 sampai sekarang tetap saya ikuti. Dari menjadi penonton layar kaca, penonton di studio tv sampai penonton di gedung pertunjukkan. Dari yang cuman modal nonton yputube sampai nonton show langsung. Semua sudah saya jalani. Bahkan dulu saya sempat mencoba stand up comedy ala - ala di depan teman seangkatan waktu sekolah menengah.

Menonton dan mempraktekkan sangat jauh berbeda. Ketika nonton selalu kepikiran ah kayaknya saya juga bisa tampil diatas panggung cuman modal ngomong dan bertingkah lucu. Tapi ketika praktek beda jauh, kita tidak bisa hanya bermodalkan itu saja. Ada percaya diri, timing, artikulasi, cara pembawaan dan yang pasti jokes yang dapat memancing refleks ketawa penonton.

Jadi ketika sekolah menengah atas saya ditawarkan untuk tampil stand up untuk mengisi semacam acara perpisahan begitu. Saya iyakanlah pada saat itu. Dengan modal pengetahuan yang pas - pasan saya coba untuk nulis beberapa jokes. Kurang lebih satu halaman A4, dan itu kira - kira untuk durasi 5 menitan. Saat itu nulis per poin jokes - jokesnya. Ketika pembawaanya agak sedikit di improve agar bisa panjangan dikit.

Sebelum tampil di acara perpisahan adalah disuruh tampil di depan panitia terlebih dulu. Ibarat open mic, ngetes materi. Dan sesuai perkiraan saya, materi standup saya agak anyep, miss disana sini. Respon panita yang kayak apaansih. Tapi entah kenapa panitia masih percaya saya untuk tetap tampil di acara walau hasil openmic yang kurang memuaskan.

Berbekal dari hasil open mic dihadapan panitia jadilah saya tulis ulang jokes - jokes yang saya buat dengan lebih rinci lagi agar tidak mengawang - ngawang saat dibawakan. Jokes yang akan saya bawakan adalah yang sekiranya bagi saya lucu.

Tiba saatnya tampil. Dan saya buka dengan bit orang kalimantan mandi di sungai, lalu kebingungan saya tentang wota atau fans JKT 48, sempat diselipkan pencarian cinta saya di jembatan cinta, pulau tidung. Dan ada beberapa materi yang saya lupa tentang apa. Tapi saat itu lumayan cukup dapat atensi dari penonton. Tawa demi tawa tiap joke bikin saya tambah percaya diri saat itu. Faktor teman seangkatan yang nonton bikin stand up saya jadi gak garing, sangat membantu sekali. Salah satu momen yang tak terlupakan.

Ketika kuliah tidak saya lanjutkan. Karena saat itu lagi banyak kegiatan kampus dan saya ikut dalam organisasi kemahasiswaan. Andai saya tidak terlibat dengan politik kampus. Mungkin saya akan mencoba lagi. Datang ke komunitas stand up daerah setempat untuk mencoba materi diatas panggung.

Sekarang di usia 20an hasrat untuk mencoba stand up sudah redup. Karena kurang pede dan takut gak lucu atau ngebom di panggung selalu jadi bayang - bayang. Walau begitu saya mulai rutin nulis jokes - jokes yang kepikiran beberapa waktu belakangan ini. Entah itu buat apa juga.



#HariKeEmpatPuluhDelapan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makan Nasi

Makan Makan

Nasi Goreng