Sedikit Cukur Banyak Bersyukur
Tahun ini rekor paling sedikit saya pergi ke tukang cukur buat cukur rambut. Terhitung saya cukur rambut rata - rata 2-3 bulan sekali. Sebelumnya saya cukur sebulan sekali bahkan sekolah menengah tiap 2 minggu sekali karena peraturan yang mengharuskan siswa untuk berambut cepak.
Lumayan bikin hemat. Total mungkin saya menghabiskan uang kalo sekali cukur 25 ribu berarti tahun ini kurang lebih habis 150 ribu buat cukur.
Saya cukur ketika ada momen - momen tertentu saja misal ada undangan acara resmi atau mau datang ke suatu event yang mengharuskan untuk minimal di liat orang banyak gak terlalu berantakkan. Kalau dirunut ke belakang sepertinya saya masih ingat kapan saja saya cukur.
Januari pertengahan saya cukur rambut, simpel untuk mengawali tahun baru dengan rambut baru. Bulan Maret baru cukur lagi karena mau nonton standupfest sama kondangan ke Palembang.
Selanjutnya akhir Mei cukuran lagi karena bulan depannya mau lebaran. Jadi kudu rapih menyambut hari kemenangan. Terus Agustus baru cukur karena mau pelatihan ke Jakarta selama beberapa minggu.
Terakhir November cukur, karena mau mudik dan sekalian kondangan di Jakarta. Berarti hanya 5 kali cukur rambut untuk tahun ini. Rekor.
Sebenarnya saya orang yang risih kalau rambut udah kepanjangan, tapi selama beberapa waktu kemarin saya kuat-kuatin aja menahan risih. Selama rentang waktu gak cukur rambut saya gak yang sampai gondrong tapi udah cukup buat nutupin mata dan bikin gerah.
Semua cukuran tahun ini di tempat yang sama dengan model cukuran yang sama. "Bang rapihin pinggirnya sama pendekkin atasnya dikit" sebuah request yang standart setiap cukur. Untungnya tidak pernah mengecewakan.
#HariKetigabelas

Komentar
Posting Komentar
komentari bila sempat