Kere Hore


Tanggal 22 uang di dompet sudah menipis. Saldo rekening terkuras habis. Akibat pengeluaran awal bulan yang tidak dibendung. Banyak barang yang saya beli ditambah mudik ke kalimantan dengan biaya yang tidak murah karena naik Garuda. Dan sekarang saya pun mulai irit - irit. Mau nonton film di bioskop mikir dua kali. Beli jajan kalau gak laper banget ya di skip. Kendala akhir bulan yang sudah lama tidak saya rasakan.

Dulu waktu kere ya zaman - zamanya sekolah menengah dan kuliah. Saat itu pemasukan dari gaji belum ada. Hanya mengandalkan kiriman uang dari orang tua tiap awal bulan. Kalau habis rasanya malu untuk minta transfer uang. Oleh karena itu saya itungannya gak pernah bilang kalau uang lagi habis. Mau gak mau harus bertahan sampai awal bulan. Ditanya masih ada uang tidak? jawabnya masih ada banyak, padahal sisa 50 ribu di dompet untuk seminggu kedepan. 

Pernah saya jual DVD external untuk biaya pulang kampung pas lebaran. Karena uang pas - pasan tiket sudah di tangan, tapi ongkos ke bandara yang kehabisan. Dulu saya beli 300 ribu tapi saya jual setengah harga ke toko service laptop. Ya mau gak mau plus DVD-nya juga jarang digunakan.

Sering beli makan di warteg pesen nasi bungkus tapi request dibikin 5 ribu. Lumayan bisa irit sekali makan abis 5 ribu. Tidak ada rasa malu, karena kalau malu ya kelaperan. Asal tidak mencuri dan buat orang lain susah saya jalani hidup di perantauan dengan dibetah - betahin.

Pas puasa tiap maghrib sering ke masjid berburu takjil. Atau keliling muter - muter jalan siapa tau ada yang bagi - bagi takjil gratis. Kadang jadi kenal sama warga sekitar yang sering ke masjid.

Zaman sekolah menengah saya sekolah sampai sore. Uang jajan cuman bertahan sampai jam makan siang. Pas pelajaran sore rasa lapar tidak terhindar. Kadang patungan seribu duaribu beli gorengan sama teman - teman. Belinya pun banayakin singkong sama pisang buat ganjel perut sampai sekolah usai. Minumnya minta air putih di kantin.

Mengingat zaman - zaman susah membuat saya banyak - banyak bersyukur di hari ini. Karena sekarang Alhamdulillah bisa hidup dari hasil jerih payah sendiri. Zaman dulu sebagai pengingat bahwa saya pernah struggle juga di perantauan.


#HariKetujuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makan Nasi

Makan Makan

Nasi Goreng