Pilu Membiru
Kunto aji dan tim mengajak pendengar album Mantra Mantra untuk bercerita. Kali ini didampingi Mas Adjie Santosoputro sebagai praktisi pemulihan batin, tim Mas Kunto Aji mengumpulkan tiga teman yang memiliki kisah yang cukup mendalam terhadap lagu Pilu Membiru. Tujuannya adalah mempertemukan mereka dengan Mas Adjie, berkonsultasi, sekaligus membagikan inspirasi kepada kita, bagaimana mereka bisa melewati masa sulit, titik terendah dalam hidup dan mencapai keikhlasan. Dengan sedikit kejutan, kehadiran Mas Kunto Aji secara langsung.
Demikian deskripsi di video pilu membiru experience. Video yang tidak disangka - sangka membuat saya berkaca - kaca. Yang saya tonton dengan ketidaksengajaan. Suara Mas Kunto Aji yang sangat khas memecah kesunyian. Merinding. Ditambah narasi dari Mbak Najwa Shihab membuat saya teringat dengan almarhumah Ibu. Karena masih banyak yang belum sempat saya katakan kepada beliau. Sudah lama sejak terakhir saya berlinang air mata. Mungkin baru pertama efek dari mendengar lagu bisa seperti ini.
Diulang beberapa kali efek nya tetap sama. Lirik yang begitu dekat dan sangat relate dengan orang yang sedang merasa kehilangan.
Berikut lirik lagu Pilu Membiru :
Pilu Membiru - Kunto AjiAkhirnya aku lihat lagi
Sederhana tanpa banyak cela
Wangimu
Berlalu
Akhirnya aku lihat lagi
Jemari mu yang bergerak bebas
Seiring
Tawamu
Tak ada yang seindah matamu
Hanya rembulan
Tak ada yang selembut sikapmu
Hanya lautan
Tak tergantikan
Oh...
Walau kita
Tak lagi saling
Menyapa
Akhirnya aku lihat lagi
Akhirnya aku temui
Oh...
Tercekat lidahku
Masih banyak yang belum sempat
Aku katakan
Padamu
Masih banyak yang belum sempat
Aku sampaikan
Padamu
Masih banyak yang belum sempat
Aku katakan
Padamu
Masih banyak yang belum sempat
Aku sampaikan
Padamu
Masih banyak yang belum sempat
Aku katakan
Padamu
Masih banyak yang belum sempat
Aku sampaikan
Padamu
Tak ada yang seindah matamu
Hanya rembulan
Tak ada yang selembut sikapmu
Hanya Lautan
Tak tergantikan
Oh...
Walau kita
Tak lagi saling
Menyapa
Pilu Membiru - Kunto AjiAkhirnya aku lihat lagi
Sederhana tanpa banyak cela
Wangimu
Berlalu
Akhirnya aku lihat lagi
Jemari mu yang bergerak bebas
Seiring
Tawamu
Tak ada yang seindah matamu
Hanya rembulan
Tak ada yang selembut sikapmu
Hanya lautan
Tak tergantikan
Oh...
Walau kita
Tak lagi saling
Menyapa
Akhirnya aku lihat lagi
Akhirnya aku temui
Oh...
Tercekat lidahku
Masih banyak yang belum sempat
Aku katakan
Padamu
Masih banyak yang belum sempat
Aku sampaikan
Padamu
Masih banyak yang belum sempat
Aku katakan
Padamu
Masih banyak yang belum sempat
Aku sampaikan
Padamu
Masih banyak yang belum sempat
Aku katakan
Padamu
Masih banyak yang belum sempat
Aku sampaikan
Padamu
Tak ada yang seindah matamu
Hanya rembulan
Tak ada yang selembut sikapmu
Hanya Lautan
Tak tergantikan
Oh...
Walau kita
Tak lagi saling
Menyapa
Setiap orang pasti pernah mengalami kehilangan, kepergian atau kematian dalam suatu bentuk apapun. Seiring bertambahnya usia, saya selalu berharap semuanya akan menjadi lebih mudah: berduka mungkin jadi tidak terlalu lama, memori orang-orang yang sudah pergi mungkin tidak akan kembali lagi. Tapi ternyata hidup memang sulit ditebak dan terkadang perlu bingung supaya kita bisa benar-benar memberi ruang untuk merenungi ini semua.
Respect Mas Kun
#HariKelima

Komentar
Posting Komentar
komentari bila sempat