Mari Diisi Blognya
Terakhir posting blog 9 bulan lalu, itu juga tulisan lama dari tumblr. Hari ini mulai ngetik lagi di draft. Harapannya bisa langsung dipost untuk memulai challange 100 hari menulis. Tantangan yang gak main - main buat nguji konsistensi menulis.
Kepikirannya pas ngeliat postingan salah satu akun twitter yang bikin trit 100 hari menulis. Dalam tritnya dia menyertakan link tulisan akun tersebut di medium.com. Cukup menantang untuk saya yang selalu bilang males ke banyak hal tapi ujung - ujungnya dikerjain juga.
Keinginan buat banyakin tulisan di blog udah dari kapan tau. Tapi semua dipatahkan dengan seribu alasan ini itu. Padahal ide - ide di kepala sering muncul pengen disalurin, tapi terus menguap, hilang tanpa bekas.
Ini enak nih diceritain, dramanya ada, mirisnya dapet dan momennya juga oke. Sehari sampai seminggu berlalu. Lanjut berbulan - bulan. Pikiran enak buat diceritain tadi ujung - ujungnya yaudah. Sering terjadi.
Semoga tantangan 100 hari menulis ini gak jadi beban dan ganggu hal - hal lain, kayak waktu main game saya. Zelda belum ditamatin soalnya.
Sepertinya harus disisihkan waktu barang sejam untuk nulis. Karena disini yang diuji konsistensi dan kuantitas, kualitas mengikuti. Jadi saya gak terlalu insecure sama tulisan yang akan dipost bakal kurang oke atau dibaca juga gak nikmat.
Dengan bermodal 'mulai aja dulu' mari diisi blognya untuk 99 hari kedepan.
#HariPertama
#HariPertama

Komentar
Posting Komentar
komentari bila sempat