Serba Serbi Jintenk

(Jintenk bagian 1)


Jakarta International 10 K atau yang lebih sering disebut jintenk adalah lomba lari internasional di jakarta dengan jarak 10KM. Event ini merupakan salah satu race yang paling ditunggu-tunggu tiap tahunnya. Tidak terkecuali saya, yang notabene adalah pelari pemula atau terkadang sering dipandang sebagai seseorang yang hanya ikut-ikutan tren saja. Anggapan seperti itu tidak akan saya sangkal, toh saya mengikuti tren yang positif.
Kembali tentang jintenk, race ini diselenggarakan oleh disorda atau dinas olahraga daerah dalam hal ini pemprov DKI jakarta, diadakan sebagai rangkaian acara HUT DKI Jakarta. Race ini diselenggarakan pertama kali tahun 2004, berarti sudah 12 tahun race ini berjalan. Dan Milo telah menjadi sponsor tetap beberapa tahun lalu.
Demikian sejarah singkat tentang jintenk.
Seperti yang saya katakan sebelumnya, jintenk ini adalah salah satu race yang paling ditunggu-tunggu tiap tahun. Kenapa?
Karena memiliki nilai plus yang tidak dimiliki oleh kebanyakan race.
Yaitu… GRATIS
Alias tidak dipungut biaya
FREE
You don’t have to pay for the race
menarik bukan? 😏
Awal saya mengetahui tentang jintenk adalah ketika sebuah perbincangan di grup whatsapp Kaskus Runners. Dalam diskusi tersebut ada yang menanyakan kapan jintenk akan diadakan di tahun 2016. Namun masih belum ada info terkait diadakan atau tidaknya jintenk tahun ini. perbincangan ini terjadi di bulan mei 2016 dimana tahun lalu info jintenk kemungkinan sudah ada. Karena saya juga tidak tahu pastinya karena seperti yang saya bilang sebelumnya saya adalah seorang pelari pemula atau newbie. Masih baru di dunia pelarian.
Setelah membaca diskusi di grup whatsapp, saya menjadi penasaran akan jintenk. Akhirnya saya searching info tentang jintek 2016, ternyata memang tidak ada info apa-apa. Akhirnya saya baca field report di forum kaskus runners tentang jintenk tahun lalu. Ternyata jintenk ini diikuti oleh 10.000 orang dan pendaftaran sudah ditutup H+3 saking antusiasnya peserta untuk mengikuti event ini. Dan juga hanya disediakan 1000 medali bagi 1000 pelari tercepat yang sampai finish terlebih dahulu. Menurut saya sistem seperti ini yang membuat event ini lebih kompetitif karena para pelari berlomba-lomba menjadi yang tercepat bukan hanya untuk podium tapi untuk medali. Ya karena podium memang ranahnya atlet yang latihannya sudah terprogram beda dengan pelari hobi yang tidak se-intens para atlet.
Tidak seperti kebanyakan event race pada umumnya, Yang biaya registnya sudah include medali bagi para finisher, yang mampu mencapai finish sebelum COT (Cut Off Time) atau kalau saya bilang waktu kadaluarsa lari. Terkadang waktu kadaluarsa ini menurut saya kelamaan karena bisa saja orang yang jalan mendapatkan medalinya. Jadi bagi pelari yang mendapat medali bukan suatu hal yang membanggakan karena hampir semua peserta dapat hal yang sama. Disitulah nilai jual dari jintenk walaupun jintenk gratis dan dengan gratis saja event ini sudah sangat worth it banget diikuti. Jadi bagi para pelari atau penyuka olahraga atletik wajib ikut event yang satu ini.
Setelah membaca field report atau artikel tadi saya jadi tambah semangat buat lari karena sekalian persiapan untuk mengikuti jintenk bila tahun ini diselenggarakan. Tekad saya saat itu sudah bulat sebagai seorang pelari pemula yaitu wajib jadi 1000 pelari tercepat di jintenk. Karena ketika itu saya belum pernah lari sampai 10KM, 5KM saja belum, rasanya saya harus berlatih cukup keras untuk jintenk…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makan Nasi

Makan Makan

Nasi Goreng