Hal-hal tentang Lari yang Terpikir
(Jintenk bagian 2) Hari demi hari berlalu, semenjak saya memantapkan tekad untuk mengikuti jintenk. Walaupun sampai saat itu masih belum tau apakah jintenk akan diadakan atau tidak. Saya pun mulai berlatih. Saya berlatih setiap saya lagi mood buat lari. Jadi tidak konsisten. Suatu permulaan yang tidak begitu baik memang bagi orang yang bertekad menjadi 1000 orang finisher pertama dari 10000 peserta. Saya masih beranggapan bahwa fisik saya masih mumpuni untuk melakukan hal tersebut, Karena semenjak sekolah menengah atas sudah terbiasa untuk lari. Lari eaktu zaman sekolah selain sebagai kewajiban setiap pagi, juga sebagai salah satu bentuk punishment. Saya berlatih pada sore atau pagi hari tergantung sempatnya kapan. Saya lari di sebuah taman yang memiliki trek lintasan 200 meter bila dikelilingi atau setara 0,2 KM. Kenapa saya bisa tau? karena sebelum saya lari saya mengecek dengan aplikasi running runtastic Saat itu untuk mengukur seberapa jauh ...