Perpisahan yang Menyebalkan
Kala perpisahan begitu menyebalkan.
Dimana kata yang tak
tersampaikan hanya mengendap dalam pikiran.
Saat itu saya diberi kesempatan
untuk menyampaikan kesan. Kesan kepada orang yang akan pamit untuk pergi
meninggalkan rekan – rekan.
Bukannya berkata – kata saya malah terbata – bata.
Menyampaikan beberapa hal sebisa saya. Karena berbicara sambil menahan air mata
ternyata susah.
Berkali – kali saya terdiam untuk menenangkan diri tapi saya
semakin haru karena suasananya sendu. Teman – teman lain pun begitu, walau
mereka lebih mendingan dari saya.
Saya selalu berpikir bahwa ketika saya
menangis akan terlihat jelek bila sambal berbicara. Padahal tidak menangispun
sama saja.
Berusaha untuk tegar memang bukan keahlian saya. Akhirnya tersengguk
– sengguk saya sambil bicara bagai tak dapat melepas teman yang hendak
berpisah.
Perpisahan memang menyebalkan.
Menulis ini pun menyebalkan.
Sampai jumpa teman, maafkan saya yang menyebalkan.
Komentar
Posting Komentar
komentari bila sempat