Registrasi & Lari malem malem abis taraweh

(Catatan Lari 3)
“udah bisa daftar”
Membaca kalimat tersebut di grup whatsapp Kaskus Runners saya bergegas membuka situs pendaftaran jintenk di jakartainternationaltenk.com. Setelah beberapa detik menunggu loading page, yang terjadi adalah websitenya error. Mungkin karena traffic-nya tiba-tiba membludak akibat banyak calon peserta yang ingin segera terdaftar. Selang beberapa jam saya coba lagi. Hasil tetap sama situsnya masih error. Saya ulangi lagi, tetap tak ada perubahan. Ada perasaan was-was, bila saya akhirnya kehabisan slot jintenk dan tidak terdaftar pada event yang sudah saya idam-idamkan. Saya memutuskan untuk mencoba lagi esok hari.
Esoknya selepas sahur saya langsung membuka situs jintenk. Ya hasilnya tetap sama. Seperti kemarin selang beberapa jam saya mencoba lagi dan lagi. Dan akhirnya... hasil yang didapat tetap sama. Tapi akhirnya di siang hari sudah bisa dan saya terdaftar sebagai peserta jintenk. Perasaan saya seperti status media sosial kebanyakan orang, bahagia itu sederhana.
Setelah terdaftar, tak lupa saya membagikan link pendaftaran jintenk ke grup sebelah. Berharap teman-teman yang saya kenal meramaikan event tersebut. saya sudah pernah mencoba menebar racun lari ke beberapa teman saya tapi belum ada yang tertarik. Dan saya kembali menekuni hal ini seorang diri. Seorang diri dalam arti do it myself without partner in crime. Saya tergabung di komunitas kaskus runners yang saya tidak kenal orang-orangnya dalam arti sekedar join grup whatsapp. Karena domisili anggotanya yang berbeda-beda dan beberapa juga aktif di komunitas selain kaskus runners. Mungkin di jintenk ini baru berkesempatan bertemu para suhu.

image

Dalam waktu 1,5 bulan kurang, jintenk akan dihelat. Saya melakukan beberapa persiapan seperti ikut race Ramadhan Night Run yang diselenggarakan oleh BURNERS (Cibubur Runners). Lomba lari 5KM dan 10KM yang diadakan di daerah kota wisata cibubur pada malam bulan ramadhan selepas tarawih. Ikut yang 5KM saja. Tujuan ikut biar bisa lari rame-rame, kadang jenuh juga kalau lari sendiri terus.

image

Lokasinya lumayan mudah di akses karena sekitar 30 menit dari kostan. Ketika dijalan berpapasan dengan orang yang sudah lengkap dengan dandanan lari dan menuju ke arah yang sama dengan saya. Sesampainya di lokasi, saya segera ke meja registrasi untuk mengambil BIB.

image

Dapet nomor BIB yang lumayan cantik. Berarti kemungkinan saya adalah peserta ke 2120. Saya mendaftar ketika pendaftarannya sudah ditutup. Anda tidak salah baca dan saya juga tidak salah ketik. Saya memang mendaftar ketika pendaftarannya sudah ditutup. Kenapa bisa? jawabannya tidak akan saya ceritakan disini.
Di sekitaran lokasi race sudah berkumpul para runner lintas komunitas. Ada BURNERS (pasti ada lah, wong acaranya mereka sendiri), RFI (Run For Indonesia, salah satu komunitas yang cukup besar, saya sering lihat di setiap event selalu banyak yang pakai jerseynya), Derby (lupa kepanjangannya, yang pasti komunitas lari dari depok masih satu atap sama IndoRunners, dan saya juga baru tau beberapa waktu lalu bahwa setelah event Ramadhan Night Run, Derby melanjutkan lari dari cibubur ke depok dalam rangka persiapan Marathon atau event lain saya juga lupa, yang pasti setelah event RMR derby lanjut lari lagi) dan beberapa komunitas lari lainnya. Mungkin saya satu-satunya perwakilan kaskus runners karena tidak melihat orang yang menggunakan jersey kaskus runners.

image

Start dimulai pukul 22.00 WIB dengan mendahulukan kategori 10KM lalu selang beberapa menit dilanjut 5KM. Beberpa orang sudah bersiap-siap. Ada yang meregangkan tubuh, ada yang menyalakan aplikasi runningnya, dan ada yang melakukan ritual swafoto serta update di media sosial. Saya sekali-kali meregangkan tubuh dan sudah membuka aplikasi running nike+ untuk mencatat jarak dan waktu lari saya nanti.
Aba-aba mulai pun sudah digaungkan. Saya yang memulai posisi start di depan, segera berlari.

image

Melihat para peserta lain sprint saya pun terbawa suasana dan ikut sprint juga di KM pertama. Alhasil di KM selanjutnya saya ngos-ngosan dan dengan kecepatan yang mulai melambat. Keputusan yang salah memang bila diawal start langsung lari sprint bagi seorang pemula. Saya berada di barisan pelari terdepan memang, namun tidak bertahan lama. Beberapa pelari mulai mendahului saya. Di KM 2 saya mulai mencari orang untuk jadiin pacer atau patokan kecepatan lari. Tapi gak ada yang cocok, karena larinya pada buru-buru. Ya namanya juga lomba lari.

Akhirnya saya lari dengan pace seadanya. Di KM 3 ada water station, tapi saya lewati karena tidak ada air mineral yang ada hanya air isotonik. Saya tidak terbiasa minum air isotonik ketika olahraga sebelum air mineral terlebih dahulu. Lalu ada check point, dimana para pelari diberi gelang yang menunjukkan bahwa mereka melewati rute lari yang sesuai.

image

Rute lari RMR ini melewati jalanan dan cluster-cluster di Kota Wisata. sehingga ada beberapa warga sekitar yang menonton atau tepatnya tidak sengaja melihat event ini. Ada juga para pengendara motor yang melihat sambil memberi semangat kepada pelari. Rute lari RMR lumayan steril jadi memberi kenyamanan bagi para pelari. Di KM 4 saya nyaris mau berhenti lari dan mau jalan karena tenggorokkan sudah kering. Entah efek lari malam atau emang lemah. Tapi tetap saya paksakan lari karena ini event lari bukan jalan. Hal yang membekas dari event ini adalah dimana di KM tersebut saya di salip dua orang wanita, yang satu masih umur belasan tahun yang kedua mungkin seumuran saya. Di KM 4,5 saya lari sendiri, dalam artian sebenarnya. Yang di depan sudah sulit dikejar dan pelari dibelakang saya juga rentang jaraknya masih jauh. Dari kejauhan saya sudah melihat garis finish, saya menambah kecepatan lari saya. Di garis finish panitia sudah siap menyambut saya. Mungkin mereka pikir saya pelari 10KM pertama yang memasuki finish. MC yang hendak mengumumkan bahwa saya finisher pertama 10KM segera meralat setelah melihat BIB saya yang 5KM. kesalahpahaman yang nyaris bikin saya senang padahal.
Beberapa meter lagi dan akhirnya saya finish dengan dikawal panitia yang mengendarai sepeda dan fotografer yang sigap memfoto saya ketika finish.

image

Saya segera menepi menuju tempat refreshment untuk mengambil air mineral dan pisang. Sebelumnya panitia telah mengalungkan medali dan memberikan finisher tee serta beberapa souvenir dalam goodie bag ketika saya melewati garis finish. Saya cek nike+, ternyata hanya terbaca 4.78KM dengan waktu 30:38, sedangkan di panitia terbaca 5KM dengan waktu 32menit sekian, saya tidak mendapat Personal Best namun mendapat achievment fastest 1KM dengan waktu 4:35 akibat di awal sprint. Sebelum istirahat saya menyempatkan peregengan dan pendingin terlebih dahulu.
Saya pulang dengan perasaan cukup senang karena bisa lari rame-rame dan sempat berbincang-bincang dengan beberapa orang. Ternyata ada yang jauh-jauh dari bekasi buat ikutan event ini. Secara keseluruhan eventnya lumayan rapih, registrasinya ciamik, jalurnya steril, packagingnya menarik, fotografer juga sigap, kurangya hanya desain medali yang terlalu sederhana serta water station yang tidak menyiapkan air mineral.
Jam menunjukkan pukul 23.30 saya bergegas pulang ke kosan karena waktu sudah larut, saya takut kesiangan untuk sahur…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makan Nasi

Makan Makan

Nasi Goreng