Jintenk Di Mulai

Pagi itu tepatnya pukul 5.30 kawasan epicentrum terlihat berbeda dari hari biasa. Riuh ramai ribuan manusia memadati jalanan dengan menggunakan kaos berwarna hijau. Ini bukan gelaran demonstrasi menolak kenaikkan harga sembako atau parade si bajul ijo. Tapi berkumpulnya ribuan massa disini adalah untuk meramaikan salah satu event race yang paling di tunggu-tunggu oleh para penggiat lari, yaitu Milo Jakarta International 10 K. Kurang lebih 15.000 peserta yang akan memperebutkan 2000 medali yang telah disiapkan panitia. Medali ini diperuntukkan bagi 2000 orang yang mencatatkan waktu tercepat saat mencapai garis finish.
Pukul 5.35 saya baru tiba di sekitaran lokasi, masih sibuk mencari tempat parkir karena akses jalan yang sudah mulai ditutup untuk race. Setelah memarkirkan kendaraan dan berganti baju, saya segera bergegas menuju garis start. Ternyata ribuan orang sudah berkumpul disana dan saya serta teman saya kebagian start di bagian belakang, sekitar 20 meter dari gapura yang bertuliskan start. lombanya akan dimulai pukul 6 tepat. Terlihat beberapa orang sudah melakukan pemanasan. Ada yang melakukan peregangan, ada yang lari-lari kecil dan pastinya ada yang selfie. Saya dan rekan saya melakukan peregangan diiringi musik menghentak yang disajikan oleh DJ. MC juga masih memandu acara dan menjelaskan hal-hal seputar race.

image

Terasa sekali atmosfir yang berbeda pagi itu. Semangat dari peserta yang menular ke peserta lain. Saya juga merasakan semangat itu, perasaan ingin segera berlari dan menikmati jalannya lomba. Pagi itu ramai sekali, bagai lautan manusia. Saya melihat sekitar dan belum menemukan tanda-tanda kaskus runners. Walau di grup whatsapp pada bilang udah di garis start. Mungkin baru bisa ketemu nanti ketika lari atau finish, pikir saya.

image

Hitungan mundur sudah disuarakan, tandanya race akan segera di mulai dalam beberapa detik lagi. Saya segera bersiap. Aba-aba mulai digaungkan, para pelari elite yang sudah bersiap di barisan depan segera melesat. 

image




image




image

Beberapa penggiat lari juga sudah berlari dengan target mencatatkan waktu terbaik mereka. saya masih di belakang berjalan, menunggu kondisi yang pas untuk berlari. Karena di garis start masih menumpuk ribuan peserta yang bersiap untuk lari. Saya berusaha mencari celah agar bisa mengkondisikan untuk lari. Sekitar 5 menitan baru saya bisa berlari. Saya berusaha untuk tidak melakukan sprint dan menjaga kecepatan saya untuk konstan agar energi yang dikeluarkan tidak cepat habis. karena ini baru pertama kalinya saya akan lari 10KM. latihan-latihan sebelumnya saya hanya mampu sampai 7KM saja.

image

Di KM pertama masih banyak orang dengan segala tingkah lakunya. Ada yang berlari sambil bergandengan. Ada yang lari menggunakan kostum-kostum. Ada yang masih sibuk selfie. Saya berlari zig zag untuk melewati para peserta lain. Saya berusaha melewati banyak orang karena saya tadi start dibelakang. Seperti yang pernah saya ceritakan, target saya adalah menjadi 1000 finisher pertama.

image




image

Memasuki KM 2 beberapa orang sudah ada yang jalan kaki sehingga menghalangi orang yang berlari. beberapa pelari juga berlari zig zag untuk menghindari adanya tabrakan. Akibat lari zigzag saya sempat bersinggungan dengan peserta lain. Tapi tidak sampai membuat orang itu merasa terganggu. Mungkin mereka memaklumi. Di seberang jalan saya sudah melihat para pelari elite yang sudah memutari jalan. Saya pun menambah kecepatan demi mencatatkan waktu terbaik saya. Memasuki KM 3 saya melewati water station tidak singgah karena membludaknya peserta yang mengambil air minum.
KM 3 kurang lebih sama suasananya, namun saya sudah tidak lari zig zag lagi. Disini saya mencoba cari orang yang bisa dibuat pacer (patokan lari) tapi belum ada yang cocok. Temponya masih kecepatan buat saya. Akhirnya lari dengan pace sendiri. Saya juga melihat beberapa orang berlari dalam rombongan, menandakan satu komunitas. Disini juga ada beberapa fotografer yang sudah siap menangkap momen para pelari. Tak lupa saya bergaya seadanya dan mendekat ke fotografer berharap untuk difoto.
Jalur race ini melewati halte busway, sehingga para penumpang yang menunggu Bus Transjakarta sibuk memfoto dan menonton para peserta jintenk lari. Ada juga satu-dua warga sekitar yang menonton dari pinggir jalan. di KM 4 saya sudah mulai ngos-ngosan, mungkin akibat lari dengan pace yang asal-asalan. disini saya coba menurunkan pace.
Memasuki KM 5 ada water station lagi, saya segera menepi dan mengambil air mineral. Lalu minum sambil lari, ternyata susah juga. Hingga KM ini saya belum menemukan para agan-agan dari kaskus runners. Tapi disini saya menemukan pacer yang pas. Seorang laki-laki remaja dengan sepatu nike flyknit dan kaos kaki skechernya berlari dengan kecepatan yang konstan. Saya pun berlari dibelakangnya.
Di KM 6 ini saya berpisah dengan orang yang saya jadikan pacer tadi. Saya pun menambah kecepatan dan meninggalkan orang tersebut. Disini saya melihat salah satu anggota kaskus runners terlihat dari jersey kaskus yang ia gunakan, namun dia berada disebrang jalan atau sudah di KM 8. Salut anak KR kencang-kencang juga larinya. Lalu ada check point juga disini. Peserta dikalungkan sejenis pita atau tali berwarna putih yang menandakan telah melewati jalur yang tepat. Jalur di KM ini juga agak menanjak karena melewati jalanan flyover. Dari kejauhan saya melihat orang yang mengenakan jersey kaskus runners. Lalu saya samper dan sksd. Ternyata Om Taz, saya pun lari beriringan dan ngobrol-ngobrol singkat, tak banyak bahan obrolan yang bisa diperbincangkan. Karena memang baru kenalan pada saat itu juga. Tapi typical anak kaskuser tetap asik aja diajak ngobrol. Bertemu sesama kaskus runners ibarat menambah bahan bakar saya untuk berlari. Kelelahan yang dirasa di KM sebelumnya terasa berkurang.

image

KM7 saya masih lari beriiringan dengan Om Taz dan saya sudah merasakan langkah kaki yang mulai berat. Memasuki KM 8 ada water station lagi dan segera saya minum, karena tenggorokkan sudah mulai kering. Sempat berjumpa sesama kaskus runners juga disini namanya Kang Fajar.

image




image

Memasuki KM9 ketemu dengan orang yang lari gak pake sepatu atau istilahnya bare foot. Dia lari kayak biasa aja gak merasa risih. Kalau saya yang begitu mungkin telapak kaki saya sudah lecet sana sini.
Di KM 9 bertemu lagi dengan salah satu member Kaskus Runners yang sangat diidolakan yaitu capt. Andri, dia berlari menggunakan kaos ATR yang bagian belakangnya bertuliskan LARI BGST. Sontak saja Om Taz menyapa capt. Andri dengan meneriakinya “WOY LARI BANGSAT!” . Capt. Andri menyapa balik ‘lanjutkan!’ mengisyaratkan untuk mendahului dia.
Memasuki KM 10 mendekati finish, saya menambah kecepatan. Akhirnya mendekati finish juga. Ayunan kaki saya percepat karena sudah terlihat garis finish yang tinggal beberapa meter lagi. Beberapa peserta lain juga menambah kecepatan malah ada yang sprint. Mungkin ibarat penghabisan lah. Tenaga yang tersisa di porsir di saat terakhir. Begitu pula dengan saya. Saya kerahkan sisa-sisa tenaga yang masih ada untuk mencapai finish. Dan akhirnya saya melewati garis finish, dan finish strong dengan tubuh yang masih ada tenaga untuk melakukan aktivitas lain mungkin karena adrenalin yang terpacu jadi belum berasa capeknya. Masuk garis finish saya disambut panitia dan diberikan medali. Medali yang saya idam-idamkan akhirnya menjadi kenyataan. Mungkin bagi sebagian orang medali itu tidak terlalu berharga atau biasa aja, tapi bagi saya segala latihan yang saya lakukan akhirnya terbayar dengan medali ini. Perasaan yang saya rasakan saat itu sangat lega karena telah menuntaskan lari 10KM pertama saya dan sesuai dengan apa yang saya targetkan. Finally! Achievment Unlock 👊 Next race Half Marathon I’m coming.
Di sekitar finish sudah berkumpul anak-anak Kaskus Runners yang siap untuk melakukan cooling down terlebih dahulu sebelum melakukan ritual foto bareng. saya pun bergabung walaupun tidak begitu mengenal anak-anak Kaskus Runner yang lain, tapi untungnya mereka welcome. Kita melakukan cooling down di pimpin coach dio jebolan sport training camp pocari. Sempat jadi pusat perhatian dan beberapa orang juga ikut bergabung untuk peregangan. Saya juga berkenalan dengan bang fajar dan sempat ngobrol-ngobrol seputar Kaskus Runners dan ternyata dia sama seperti saya yang tidak begitu kenal juga sama anggota Kaskus Runners yang lain.
Setelah cooling down saya ikut rombongan Kaskus Runners untuk berfoto ria dan menikmati beberapa gelas susu Milo yang telah disediakan panitia. 

image

Berkenalan dengan beberapa member Kaskus Runners walau tidak semua, juga melihat kegilaan Kaskus Runners yang sudah lumrah.

image




image




image

Pengalaman yang sangat seru, akhirnya bisa ngumpul bareng Kaskus Runners, karena sejak saya bergabung hanya bisa melihat obrolan di whatsapp saja, tidak pernah bertemu rupa. Semoga dikesempatan lain bisa berjumpa lagi.
Secara keseluruhan event Milo Jakarta International Ten K tanpa cela. Event yang patut diapresiasi karena segala hal yang ada terlaksana dengan lancar. Saya sangat menikmati setiap momen yang ada ketika race berlangsung. Puas sekali bisa ikut berpartisipasi di event sebagus dan sekeren ini.
image

Setelah race ini bukan berarti saya akan berhenti berlari saya akan terus berlari. kalau dilihat saya masih tidak ada apa-apanya dibandingkan pelari lain. saya masih harus banyak berlatih dan belajar lagi. saya ingin mewujudkan mimpi saya waktu kecil yaitu bisa mengikuti Triathlon di Bali. semoga saja suatu saat dapat tercapai…
Keep Faigk 👊
Sumber foto: facebook RunHood Mag, situs jakarta international ten k dengan official partner pic2go indonesia, dan grup Whatsapp Kaskus Runners

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makan Nasi

Makan Makan

Nasi Goreng